Minggu, 20 September 2009

Timental


Membentuk tim yang hebat tidak hanya berdasarkan unsur kemampuan per-individu semata. Beberapa petuah menganjurkan mempertimbangkan bagaimana karakter mental dan kemampuan bersosialisasinya dengan anggota tim yang lain untuk memperkuat tujuan yang dibuat bersama.

Rumusnya sederhana: kemampuan bisa terus naik dengan mental yang baik, sebaliknya kemampuan yang ada akan terus menurun dengan mental yang buruk.

Beberapa tipe mental di bawah ini pasti akan anda temui dalam sebuah tim. Dari pengalaman, yang terbaik tentu saja mental baja dan yang terburuk adalah mental UKM dan juragan.

Ketika anda berhasil menganalisa setiap kemampuan mental yang ada dalam kerja sebelumnya, kedepannya bersiaplah untuk benar-benar memilih partner sehati yang bersedia ngarso rekoso mati dengan visi tempur anda. Konon kekuatannya akan berlipat ganda.

Saya percaya.

MENTAL NGARTIS
Berfikir karena motif senggama
Bekerja karena ingin dipuja
Bersemangat nge-sok bisa
Bertanya kapan dokumentasi tentangnya bisa diupload sebanyak banyaknya
Bangga dengan sanjungan teman facebooknya
Ciri kata; “Lagi ini nich...”

MENTAL UKM
Berfikir karena merasa senior
Jarang bekerja banyak mencela
Bersemangat menggurui/mendewasai
Bertanya; “kapan kamu bertanya padaku hai junior?” selebihnya malu bertanya karena gengsi
Bangga dengan status dan relasinya (konon)
Ciri kata; “O” (dengan intonasi tinggi dan mimik muka yang anda tahu sendiri)

MENTAL JURAGAN
Malas berfikir
Malas bekerja karena manja
Bersemangat mengeluh
Sedikit bertanya banyak memerintah
Bangga menceritakan dunia nongkrongnya dan sejarah babysitternya
Ciri kata; “Hoi”

MENTAL BAJA
Berfikir karena ingin mengerti
Bekerja karena ingin bisa
Bersemangat dari proses awal sampai akhir
Bertanya kapan dirinya bisa mencapai keinginannya, hasratnya, cita-citanya
Bangga dengan kerja kerasnya
Ciri kata; “Bagaimana supaya…”

MENTAL ?
Malas berfikir
Bekerja karena tidak ada kegiatan
Tidak ada semangat
Tidak bertanya-tanya
Bangga
Ciri kata; “Z Z Z Z Z Z Z”

Terakhir, ketika sudah memakai baju zirah, naik kuda dan mengacungkan pedang, semoga partner Anda bertanya; "dimana benteng yang harus kita hancurkan dan kita minum darahnya"?

Sayang...

Pertanyaan yang lebih sering terdengar adalah; "dimana catwalknya?"

2 komentar:

diankingking mengatakan...

jiahhhh...setuju om, terkadang glamor yang sebentar membuat kita berhenti untuk berpikir

The Private Bartender mengatakan...

MENTAL PENDOBRAK

Berpikir karena ngga' mau nge'bebek
Bekerja karena benci status quo
Bersemangat bilang "jangan nggah-nggih aja"
Bertanya "gimana ya biar ngga' gini-gini aja"
Bangga dengan rokok di bibirnya
Ciri kata; "menurut gue, elu biasa aja"