
Ini sekedar rangkuman saja dan konon hasil wawancara dengan para pakar (gambar diatas adalah penulis dengan nara sumber) tapi kebanyakan memang seperti ini;
FASE 1 ( FASE AKU SEPERTINYA AKAN DIPUJA )
Ini disebut fase dasar atau saya sebut juga sebagai fase keculek pandom klambi. Pada fase ini biasanya pemain gitar melihat kualitas bermain dari nilai keren atau tidaknya penampilan luar dan apa yang menjadi perbicangan teman teman gaulnya. Kemungkinan bermotif mendapat jodoh pada musim kawin pula.
Gitaris-gitaris panutan dalam fase ini adalah Slash dengan gaya topinya, Cobain dengan gaya coolnya, Jimi Hendrix karena banyak dipakai sablonan kaos, Joe Green Day dengan gaya mata lebam habis kondangan, Yngwie dengan tendangan kudanya dll…pokoknya semua kehebatan adalah tentang citra image lingkungan setempat dan tentu saja trend trend trend dan trend.
FASE 2 ( FASE AKU AKAN BISA MEMAINKAN TYPING ALA SIAPA )
Fase silep mate belagak sombong. Naik dalam fase dua berarti melihat dari segi apa yang bisa dilakukan dan yang tidak. Semua distandarkan dengan berbagai skill tangan, kecepatan, dan berbagai hal yang akan membuatmu seperti pemain robot terprogram, kaku dan penuh buku teori.
Gitaris disebut hebat jika memainkan empat neck gitar sekaligus ( Michael Angelo ), bermain dengan mata tertutup ( Vai ), bermain dengan gigi ( Gilbert ) dan banyak tingkah shredder lainnya yang membuat kita seakan melihat parade sirkus daripada mendengarkan musik.
Pada fase ini amatiran akan habis habisan meniru jagoannya bak kakek buyut mereka sendiri, menjadikan mereka imitasi dan tidak lebih sekedar motivasi. Gitaris-gitaris pada fase ini biasanya kesulitan untuk melepaskan diri untuk memperoleh orisinalitas permainan karena tanpa sadar sudah berubah menjadi badut penjiplak.
Tokoh Biduan : Steve Vai, Satriani, Paul Gilbert, Yngwie, Petrucci Timmon, dll. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan para gitaris diatas karena mereka sejatinya adalah gitaris hebat meskipun bukan yag terhebat. Yang menyebalkan biasanya adalah pola pikir pengagumnya.
FASE 3 ( FASE SEPERTINYA DIA ORISINIL )
Fase ketiga adalah fase kedewasaan. Tidak banyak yang bisa sampai pada fase ini karena umumnya pemain gitar tejebak sampai pada fase kedua saja. Pada fase ketiga kita akan melihat sebuah permainan dari total keseluruhan pengetahuan musik secara teknikal patent. Disini orisinalitas sangat diperhitungkan untuk mendapatkan tokoh jagoan yang layak mendapatkan predikat the real guitar hero.
Ada kemungkinan jagoan idaman kita adalah para pendekar gitar pada fase pertama tapi dengan cara pandang yang sudah berbeda. Jika kita melihat pada fase pertama Slash adalah gaya topinya, pada fase ketiga kita melihat Slash dengan lick-lick yang menawan.
Disinipun kita tidak bisa mendebat Vai lebih bagus daripada Clapton dengan anggapan Clapton tidak bisa bermain typing seperti Vai…jika kamu berfikir seperti itu…hey man ini fase yang sudah berbeda, hebat bukan berarti yang tercepat atau siapa yang memainkan gitar dengan jari jempol kaki… tolong kembalilah ke fase dua saja dengan para amatir
Gitaris panutan dalam fase ini semisal Hendrix, BB King, Cray, Eric Clapton, Page, Fripp, Jack White, SRV, George Harrison, Slash, Hendrix, Angus dll
FASE 4 ( FASE PERSETAN DENGAN SEMUA )
Ketika kita muak dengan pengkotakan musik apalagi disertai dengan kebencian terhadap dunia, kita akan sampai pada penghujung esensial sebuah pemikiran dasyat ini.
Kenapa musik harus selalu melewati tatanan scale blues, jazz etc? Kenapa untuk membuat musik harus selalu dengan ketakutan bisa tidaknya saya memainkan alat musik?
Persetan semuanya.
Biasanya ketika kita sampai pada fase ini, kita sudah tidak menganggap diri kita melulu gitaris tetapi merucut pada seorang komposer yang berusaha mencari warna musik tidak lazim. Sebenarnya hasilnya pun tidak akan lebih membuat nyaman kuping dan bersifat simbolisasi tapi dibalik kesemuanya saya rasa pemikiran seperti itu jauh lebih susah daripada berkutat dengan permainan fingering, typing dan lempar lembing halah
Musik musik konseptual semacam Contortions, Suicide Lydia Lunch Teenage Jesus & The Jerks, Arto Lindsay D.N.A dll
FASE 5 ( HIGHWAY TO HELL )
Pada fase kesadaran total ini kamu akan melihat teman PNS kamu yang notabene melanggar kodrat kejantanan dengan mengkoleksi keseluruhan poster dan CD Ada band lebih mampu membeli gitar PRS berbalut semburan naga daripada kamu yang masih berteriak dan pura-pura hidup pada tahun 60-70an, memimpikan satu konser dengan Marc Boland. Pada fase ini kamu benar-benar akan dihadapkan pada dua pilihan tidak adil. Tapi ini sejujurnya ini bukan alasan untuk berhenti berteriak “long live brutal roll” atau bahkan mengecilkan ampli volume 11 Spinal Tap kamu….saya kasih rahasia; the real music never die man, dia hanya sesaat tersedak muntahan pil tidur.