Selasa, 29 September 2009

Dasar.


Dulu rasanya gampang sekali melewatinya
Berjalan berkilo-kilo melewati perbukitan
Berangkat jam 6 pagi pulang jam 1 siang
Selama 9 tahun bersekolah dasar dan menengah

Kini melewati satu blok saja rasanya sudah mengeluh
Tinggal duduk di bis saja mengeluh
Antre kereta api 15 menit saja mengeluh
Apa karena sudah mahasiswa?

Malunya kalo nanti temen sekampung bilang:

"Dasar orang kota"

Sialan itu makianku dulu.

Minggu, 20 September 2009

Timental


Membentuk tim yang hebat tidak hanya berdasarkan unsur kemampuan per-individu semata. Beberapa petuah menganjurkan mempertimbangkan bagaimana karakter mental dan kemampuan bersosialisasinya dengan anggota tim yang lain untuk memperkuat tujuan yang dibuat bersama.

Rumusnya sederhana: kemampuan bisa terus naik dengan mental yang baik, sebaliknya kemampuan yang ada akan terus menurun dengan mental yang buruk.

Beberapa tipe mental di bawah ini pasti akan anda temui dalam sebuah tim. Dari pengalaman, yang terbaik tentu saja mental baja dan yang terburuk adalah mental UKM dan juragan.

Ketika anda berhasil menganalisa setiap kemampuan mental yang ada dalam kerja sebelumnya, kedepannya bersiaplah untuk benar-benar memilih partner sehati yang bersedia ngarso rekoso mati dengan visi tempur anda. Konon kekuatannya akan berlipat ganda.

Saya percaya.

MENTAL NGARTIS
Berfikir karena motif senggama
Bekerja karena ingin dipuja
Bersemangat nge-sok bisa
Bertanya kapan dokumentasi tentangnya bisa diupload sebanyak banyaknya
Bangga dengan sanjungan teman facebooknya
Ciri kata; “Lagi ini nich...”

MENTAL UKM
Berfikir karena merasa senior
Jarang bekerja banyak mencela
Bersemangat menggurui/mendewasai
Bertanya; “kapan kamu bertanya padaku hai junior?” selebihnya malu bertanya karena gengsi
Bangga dengan status dan relasinya (konon)
Ciri kata; “O” (dengan intonasi tinggi dan mimik muka yang anda tahu sendiri)

MENTAL JURAGAN
Malas berfikir
Malas bekerja karena manja
Bersemangat mengeluh
Sedikit bertanya banyak memerintah
Bangga menceritakan dunia nongkrongnya dan sejarah babysitternya
Ciri kata; “Hoi”

MENTAL BAJA
Berfikir karena ingin mengerti
Bekerja karena ingin bisa
Bersemangat dari proses awal sampai akhir
Bertanya kapan dirinya bisa mencapai keinginannya, hasratnya, cita-citanya
Bangga dengan kerja kerasnya
Ciri kata; “Bagaimana supaya…”

MENTAL ?
Malas berfikir
Bekerja karena tidak ada kegiatan
Tidak ada semangat
Tidak bertanya-tanya
Bangga
Ciri kata; “Z Z Z Z Z Z Z”

Terakhir, ketika sudah memakai baju zirah, naik kuda dan mengacungkan pedang, semoga partner Anda bertanya; "dimana benteng yang harus kita hancurkan dan kita minum darahnya"?

Sayang...

Pertanyaan yang lebih sering terdengar adalah; "dimana catwalknya?"

Rabu, 16 September 2009

VS


Mudah sekali mengatakan "lawan" dengan mengepalkan tangan kiri di tengah kerumunan
Sulit sekali mengatakan "hati" dengan mengepalkan tangan kanan ketika dirimu sedang sendiri.

Mudah sekali berorasi berkata kitalah yang paling benar
Sulit sekali sekedar berbisik kitalah yang sebenarnya salah

Mudah sekali mengatakan saya akan melakukan sesuatu
Sulit sekali diam dan melakukannya

Mudah sekali.
Sulit sekali.

Saya rasa ini medan tempur sesungguhnya
Pilihan yang membuat broto kismo, maruto, samudro, condro, suryo, akoso, dahono, kartiko akan bersinar