Rabu, 26 November 2008

SIKLUS


Terbuai melihatnya diawal-awal dulu
Baju yang sopan, keluguan wanita yang mempesona.
Tahun berubah.
Dengar-dengar dia sekarang jadi bispak bertarif 1 jutaan
Sempat bertemu
Pandangannya terlihat kosong.

Asik ngobrol dengannya dulu
Motivasi yang kuat, cita-cita musik yang menyakinkan
Tahun berubah.
Dengar dengar sekarang dia jadi fanatik agama.
Sempat bertemu.
Pandangannya terlihat kosong.

Adem sharing dengannya dulu
Kepribadian yang sederhana, sopan tutur kata
Tahun berubah
Dengar dengar sekarang dia jadi pembual berambut gimbal, nyeni.
Sempat bertemu
Pandangannya memang tidak terlihat kosong
Tapi ingin kucukil matanya.

Siapa yang gila aku makin tidak paham, siapa yang waras makin meragukan.
Meskipun dibalik itu pertanyaan besarnya mungkin adalah
Apakah kita akan berubah?
Apa yang akan merubah kita?
Apakah akan menjadi lebih baik, atau sebaliknya lebih buruk.
Dengan kata lain itu adalah hal yang sama untuk mempertanyakan kepribadian asli kita sesungguhnya, sesuatu yang mengarah kepada keteguhan hati.

P.H & B.S


Pagi

Masih ingat sekali aku sebuah hari
Sedikit yang hadir dalam pernikahan itu
Ketika pertanyaan penghulu dijawab tegas;
Seperangkat alat sholat Pak.

Dalam ruangan itu

Mungkin semuanya sama dengan fikiranku
Dia kan wanita tidak terhormat.
Seluruh desa banyak mengetahuinya.
Kenapa pak Guru itu mau.

Difikir fikir

Secara ekonomi dia mampu dengan yang lain.
Yang berstandar gadis baik-baik
Buka tanpa resiko
Cercaan yang mungkin seumur hidup.

Aku bingung.

Kini hampir sepuluh tahun lebih.
Mereka masih serasi
Tanpa anak
Hanya mereka berdua.

Sampai semuanya terang

Idul Fitri kemarin
Mutlakku sujud sungkem
Dengan sebuah jawaban jelas;
Cinta adalah sesuatu yang tidak bisa dijelaskan nak.

Jumat, 14 November 2008

JENDERAL SUDIMAN DAN SELERA WANITA



Soekarno : "Yang disenangi Mas Dirman itu yang bagaimana? yang gemuk apa yang kurus? yang cantik apa yang manis?"

Pak Dirman : "Saya hanya menurut saja bagaimana Ibu. kalo Ibu gemuk ya bapak senang yang gemuk.Kalo ibu kurus ya bapak senang yang kurus. Ya bagaimana ibu sajalah!"

TASTE OF CHERRY


Sebuah dialog seputar lelucon orang Turki dalam film Iran Taste of Cherry. Sebuah film yang bercerita tentang keinginan bunuh diri dan mimpi kematian. Rasa-rasanya dialog ini adalah nasehat agar kita mencoba melihat sesuatu dengan lebih jelas lagi.

Seorang pasien datang kepada seorang dokter

Dia mengeluh badannya terasa sakit semua

Menyentuh kepalanya sakit

Menyentuh kupingnya sakit

Menyentuh perutnya sakit

Menyentuh kakinya sakit

Dokter itu kemudian memeriksanya

Kemudian dia bilang

Badan anda baik-baik saja

Hanya jari anda patah.